Berita

Melalui Perjalanan Napak Tilas Mambiri Mambor dan Mambiri Kayukatui Tiba di Batu Peradaban Aitumieri Miei

Wondama - Usai dilantik Gubernur Papua Barat pada tanggal 5 Mei 2021 Pasangan Bupati dan Wakil Bupati  Kabupaten Teluk Wondama periode 2021-2024, Ir. Hendrik Mambor dan Drs. Andarias Kayukatui bersama rombongan melakukan perjalan menggunakan KM. Express Bahari pada Jumat, 7 mei 2021 dari Manokwari dan menyinggahi Yomber Distrik Roswar untuk mengunjungi Makam Frans Mosche Misionaris Eropa pertama Tahun 1866, Yende Roon mengunjungi Situs Gereja Tua dan Makam Zending GL.Bink Thn 1882 dan Kamadiri Distrik Windesi mengunjungi situs Penginjilan Johan Andris Van Balen Misionaris asal Belanda yang tiba di windesi pada tahun 1883  lalu bermalam. Pada Sabtu 8 mei 2021 mereka melanjutkan perjalanan dari Windesi menuju wasior.

Tiba di dermaga kuri pasai Wasior Teluk Wondama, Pasangan Bupati Dan Wakil Bupati Hasil PSU ini di sambut meriah yang ditandai dengan prosesi adat oleh LMA wilayah Selatan dan Barat Adrian Worengga dengan Pemberian Julukan "Mambiri" mereka dikenakan Mahkota Kasuari, diberi Panah (simbol siap berburu untuk memberi makan Rakyat Wondama) dan parang (simbol siap membersihkan kebun ini untuk ditanami) serta Rotasua Kakes (Noken Kecil) untuk menyimpan Kakes yang nantinya dibagikan kepada siapa saja agar memiliki banyak sahabat. Kedua Ibu yang mendampingi pun diberikan sarung (simbol bersedia mendampingi dan mendukung suami), Amau (penokok untuk menokok sagu) dan Kotiomi ( noken penyimpanan sagu untuk dimakan) yang keduanya memiliki simbol peningkatan ekonomi masyarakat, kiasannya untuk menokok dan memberi makan keluarga (masyarakat  wondama).

Perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat ke Tugu Penginjilan Siewandaimuni di Kaibi Distrik Wondiboi  tempat Pdt. Yohanes Patiruhu menginjakkan kakinya pertama kali untuk membawa Injil agama Kristen thn 1908 yang ditandai  dengan prosesi injak piring dilanjutkan dengan Ibadah Singkat yang dipimpin oleh Pdt. Ester Mehuwe dan Pdt. Zakarias Manauw, setelahnya kembali dan mengakhiri  perjalan ini di Batu Peradaban Aitumieri Miei. Tiba di Aitumieri Miei Teluk Wondama  sekitar pukul 13.00 WIT. Dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin langsung oleh Ketua Klasis GKI Wondama Pdt. Rosalie Wamafma di Batu Peradaban Miei Teluk Wondama Papua Barat. Turut didampingi Pj. Bupati Teluk Wondama Drs. Eduart Nunaki, Sekretaris Daerah Denny Simbar, Kapolres Teluk Wondama, Komandan Kodim Persiapan dan Para Pimpinan OPD dan juga dimeriahkan oleh Para kelompok seniman, Pendukung serta simpatisan.

Dalam ibadah tersebut Pdt. Rosalie Wamafma mengajak seluruh umat untuk menaikan syukur kepada Tuhan atas semua yang telah terjadi sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat berkumpul di batu peradaban Aitumieri. Bapak Bupati dan Bapak Wakil beserta kedua Ibu adalah alat yang di pakai Tuhan dan Tuhan Tahu apa yang akan dikerjakan, Kita hadir di tempat ini kita tidak menguduskan tempat ini, hanya Allah yang patut kita Kuduskan dan kita sembah, tetapi tempat ini memberi bukti sejarah bahwa Allah pernah berkarya di wondama, maka mereka akan melaksanakan dan melanjutkan  karya-karya Allah yang memberi kehidupan. Jangan sampai kita melemahkan Karya-Karya Allah dalam  kapasitas kita masing-masing, tetapi mari kita pakai kapasitas dan jabatan kita. Sebab Kijne dan Isterinya berkata  "Kami berdua hanya berbuat sedikit bagi orang Papua, tetapi kami berdua berharap kepada anak-anak Papua besok dalam kapisitas apapun baik di Gereja Pemerintahan dan Masyarakat, mereka berbuat lebih dari apa yang kami berdua lakukan". Demikian pesan mendalam yang disampaikan dalam  khotbahnya.

Setelah ibadah Syukur dilanjutkan dengan sambutan tunggal yang disampaikan langsung oleh Bupati Teluk Wondama Ir. Hendrik Mambor "Perjalanan kami ini dinamakan perjalanan "Ibadah Syukur" Kepada Tuhan, ini dilakukan karena kami ingin mengawali seluruh rangkaian pemerintah di kabupaten Teluk Wondama dengan terlebih dahulu mengucap syukur kepada Tuhan, yang kami wujud nyatakan dalam bentuk Napak Tilas Sejarah penginjilan di kabupaten Teluk Wondama. Mulai dari Yomber Roswar, Yende Roon, Kamadiri Windesi, Kaibi dan Terakhir di Aitumieri, inilah yang menjadi dasar kami menyebut perjalan ini adalah perjalanan Ibadah Syukur.

Mambor menyampaikan bahwa dalam pemerintahan mereka : Yomber Roswar, Yende Roon, Kamadiri Windesi, Kaibi dan Aitumieri akan menjadi prioritas, harus dibangun kembali dan dijadikan sebagai objek wisata sejarah dan Religi di Kabupaten Teluk Wondama. Dengan Napak Tilas Sejarah Penginjilan, Dengan Perjalanan Ibadah Syukur, Kami berharap pemerintah yang kami pimpin kedepan adalah pemerintahan yang Takut Tuhan dan Pemerintahan yang Melayani Masyarakat dengan Baik. Tutup Mambor. Selanjutnya tongkat estafet kepemimpinan di Wondama sepenuhnya berada di tangan Mambor-Kayukatui setelah Serah Terima Jabatan dengan PJ. Bupati. 
By Eky Sawaki